BORNEONEWS, Kuala Kurun- Adanya program budidaya kopi dan jahe di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pasalnya, program dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan itu dinilai ramah lingkungan dan cukup potensial bila dikelola dengan baik.
"Itu kan (penanaman kopi dan jahe) program pertama kali akan dilaksanakan. Jadi harus dipersiapkan dengan matang," kata Ranti, 35, warga Kuala Kurun saat ditemui Borneonews di kediamannya, Senin (22/1/2017).
Warga lainnya, Karyadir Tuan, 46, menuturkan, berkebun kopi dan jahe dengan jumlah yang banyak memang belum pernah dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Gumas. Bila program tersebut benar-benar dilaksanakan, harus dilakukan pengawasan dan pendampingan dengan baik, terutama oleh PPL serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
"Harus dilalukan perencanaan yang benar-benar matang. Hal itu supaya program dapat terlaksana seperti yang diharapkan," cetusnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Mas Kardinal menyampaikan, tahun ini diprogramkan penanaman kopi seluas 150 hektare dan jahe 10 hektare.
--page
"Bibit kopi yang akan ditanam sebanyak 50 ribu pohon. Bibit itu bisa ditanam di lahan maupun di pekarangan rumah," ungkap Kardinal, Senin (22/1/2018).
Bibit kopi diperuntukan bagi masyarakat di Kecamatan Kahayan HuLu Utara, Kecamatan Tewah, Kecamatan Damang Batu, dan Kecamatan Miri Manasa. Mengingat, kontur tanah cocok untuk tanaman kopi.
"Juga akan diberikan pupuk NPK 10 ribu ton agar tanaman kopi bisa tumbuh dengan baik," sebutnya.
Kemudian, untuk tanaman jahe, bibit yang diperlukan sebanyak 400 ton. Kemudian, akan diberi bantuan pupuk kandang dan pupuk organik cair bagi masyarakat pembudidaya.
"Nanti kelompok tani akan dibina terlebih dahulu dan dikawal penanamannya oleh petugas penyuluh lapangan serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan," pungkasnya. (EPRA SENTOSA/B-3)








