MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Setiap tahun Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga (Budparpora) Kabupaten Barito Utara terus melakukan seleksi duta pariwisata.

Namun, kata Kepala Disbudparpora Barito Utara, Arbaidi, Senin (22/1/2018) mengatakan, sampai saat ini belum ada duta pariwisata dari daerahnya yang masuk untuk mewakili kabupaten ditingkat nasional.

Dikatakan, kemampuan sumber daya manusia (SDM) duta pariwisata Kabupaten Barito Utara masih kurang.

Salah satunya kendala yang dialami yakni kurangnya pengetahuan dan pengucapan yang kurang fasih dalam bahasa inggiris.

“Padahal ini salah satu yang menjadi prioritas dalam menjadi duta pariwisata,” jelasnya.

--page

Menurutnya, bagi generasi muda yang akan mengikuti seleksi calon duta pariwisata dapat mempersiapkan diri dengan mengusai bidang kepariwisataan, kehumasan, seni budaya, bahasa indonesia dan bahasa inggris, etika, bakat, agama, kepemudaan, serta harus mengusai bahasa dan tari daerah.

Selain itu juga tinggi badan harus sesuai yakni untuk laki-laki minimal 165 senti meter dan wanita 160 senti meter.

--page

Untuk seleksi calon duta pariwisata Kabupaten Barito Utara akan dilaksanakan dala dua tahap yakni pada 6.7 dan 8 Februati 2018 dilakukan wawancara dan seleksi bakat di aula Disbudparpora, dan pada 10 Februari 2018 akan dilaksanakan malam puncak penganugrahan yang mana para peserta yang lulus seleksi pertama akan menampilkan kemampuan diri di depan umum.

“ Untuk peserta calon duta pariwisata diperuntukkan untuk umum, namun batas maksimal usia 23 tahun,” jelasnya.  

Diterangkan, tujuan pemilihan duta pariwisata ini untuk dapat melestarikan budaya, membuat para generasi muda mencintai alam, mengetahui parwisata yang ada di sekitarnya, mempromosikan budaya dan pariwisata ke kanca nasional bahkan internasinal, serta melestarikannya.(RAMADHANI/B-6)