BORNEONEWS, Muara Teweh - Bupati Barito Utara, H Nadalsyah mengatakan program Nawacita Pemerintahan Kabinet Kerja butir ke 5 mengamanatkan “Meningkatkan kualitas pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan” dan hal ini dijabarkan oleh Kementerian Kesehatan dengan misinya melalui 3 pilar.
Tiga pilar tersebut yaitu pertama paradigma sehat, dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan kesehatan, penguatan promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat.
Kedua penguatan pelayanan kesehatan, dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan menggunakan pendekatan pelayanan secara berkesinambungan dan intervensi berbasis risiko kesehatan.
Ketiga jaminan kesehatan nasional (JKN), melalui kartu indonesia sehat (KIS) dengan strategi perluasan sasaran, kendali mutu dan kendali biaya.
“Program Nawacita itu sejalan dengan visi pembangunan daerah Kabupaten Barito Utara periode 2013–2018 yaitu “Terwujudnya percepatan pembangunan diberbagai bidang, serta peningkatan ekonomi masyarakat secara berkeadilan menuju Kabupaten Barito Utara yang lestari dan sejahtera,” kata Nadalsyah, Senin (22/1/2018)
--page
Menurut Nadalsyah, untuk mencapai visi tersebut telah disusun dan dilaksanakan lima misi pembangunan daerah Kabupaten Barito Utara 2013–2018 di antaranya misi yang kedua yaitu meningkatkan akses dan mutu pelayanan pendidikan, kesehatan, perizinan dan penyiapan lapangan kerja, dalam rangka pengentasan kemiskinan.
“Atas dasar visi dan misi tersebut, telah ditetapkan dan difokuskan pelaksanaan empat prioritas pembangunan daerah Kabupaten Barito Utara 2013–2018 yang salah satunya adalah bidang kesehatan,” kata lelaki yang akrab disapa H Koyem itu.
Nadalsyah juga mengatakan pada rapat kerja kesehatan nasional (Rakerkesnas) yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu menjelaskan bahwa kesehatan sangat fundamental. Untuk bidang kesehatan adalah hal yang sangat vital dan sangat mendasar.
“Sangat segera diselesaikan permasalahannya gizi investasi bangsa jangan sampai ada lagi yang namanya gizi buruk. Tidak ada anak yang kekurangan gizi di negara berpendapatan menengah seperti sekarang ini,” katanya.
Kemudian katanya memberantas penyakit menular yang masih sering terjadi seperti demam berdarah dan TBC dan segera harus diselesaikan. Utamakan pencegahan terutama di puskesmas di daerah.
--page
"Perlu saya ingatkan pada Kepala Dinas Kesehatan untuk arahkan mereka kepada gerakan pencegahan terhadap munculnya penyakit pada masyarakat,” ucapnya.
Bupati juga meminta masyarakat di daerah ini agar bisa berpola hidup sehat baik itu untuk pola makan, pola olahraga, dan hentikan merokok.
“Hal ini perlu adanya sinegritas antar dinas, lembaga, dan lintas sektor lainnya,” tegasnyanya. (RAMADHANI/B-6)








