BORNEONEWS, Kasongan - DPRD Magetan, Jawa Timur berharap ke depan Provinsi Kalimantan Tengah kembali membuka program transmigrasi. Tujuannya, agar warga Magetan yang memiliki pendapatan tak menentu bisa ikut program itu di wilayah Kalteng.
"Memang di antaranya kami melakukan studi banding ke Kabupaten Katingan ini untuk menjajaki kemungkinan ada program transmigrasi di sini," kata Ketua Komisi B DPRD Magetan Suratman dalam pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Katingan di Kasongan, Senin (22/1/2018).
Menurutnya, selain sejumlah anggota DPRD yang tergabung di Komisi B, mereka juga membawa sejumlah kepala SOPD.
"Termasuk kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi kita bawa ke Kabupaten Katingan ini," tutur Suratman.
Suratman mengaku, saat ini jumlah penduduk di Magetan sudah cukup padat. Sehingga program transmigrasi ini dinilai sangat baik bagi warga Magetan.
--page
Jika memang Pemprov Kalteng ke depan kembali membuka kran program transmigrasi, pihaknya siap mengampanyekan kepada warga di Magetan untuk ikut program itu.
"Saya kira berapa pun nantinya kuota yang akan diberikan terkait program transmigrasi itu, kami siap menerimanya," tambah Suratman.
Sementara itu berdasarkan catatan, selain unit permukiman transmigrasi (UPT) Hiyang Bana di wilayah Kecamatan Tasik Payawan, pemerintah daerah sebenarnya sudah menyiapkan lokasi UPT Talingke yang arealnya tidak jauh dari UPT Hiyang Bana.
Akan tetapi saat itu Pemprov Kalteng memberlakukan moratorium program transmigrasi hingga waktu yang belum ditentukan.
"Kami memang menunggu-nunggu dari dulu kapan program UPT Telingke akan dibuka, soalnya sebelumnya lokasinya sudah disiapkan oleh pemerintah. Kalau memang jadi kami mau ikut transmigran lokal," kata Hardi, warga Desa Talingke. (ABDUL GOFUR/B-11)








