BORNEONEWS, Muara Teweh - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Utara, Ir H Iwan Fikri mengatakan pemerintah daerah sangat mengharapkan Bandar Baru Haji Muhammad Sidik di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan dapat beroperasi 2019.
"Sebab pada tahun ini bandara tersebut mendapat kucuran Rp61 miliar dan pembuatan jalan masuk jalur kedua Rp10 miliar . Oleh karenanya, bandara baru tersebut diharapkan pada tahun ini dapat selesai secara keseluruhan," kata Iwan Fikri, Senin (22/1/2018)
Sebab lanjut dia, sudah puluhan miliar dikucurkan untuk pembuatan drainase, pemantapan kran listrik, turap pemasangan batu sisi udara, pemasangan pagar wilayah sisi darat, pemasangan batu sisi darat, gedung pameran, perumahan dinas, taman halaman kantor, pengadaan genset 150 KPA dan pengadaan mower traktor.
Iwan menegaskan, untuk tahun ini pemerintah daerah sedang mengurus pelepasan kawasan hutan yang dapat dikonversi (HPK) di lahan seluas 101 hektare untuk perluasan Bandara Haji Muhammad Sidik kepada pemerintah pusat.
Proses kepengurusan pelepasan kawasan hutan ini untuk mendapatkan sertifikat tanah dari pertanahan yang kini sedang diproses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Kita harapkan perizinan tersebut bisa segera terbit tahun ini supaya bandara tersebut memiliki legalitas seperti clear dan clean," tandasnya. (RAMADHANI/B-6)








