BORNEONEWS, Kuala Kurun - Ketua DPRD Kabupaten Gunung Mas, Gumer mengingatkan supaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengawal program penanaman kopi dan jahe dengan serius.
"Jangan sampai program itu gagal. Untuk itu harus dilakukan pengawasan dengan baik," katanya.
Menurut Gumer, program penanaman kopi dan jahe merupakan program baru dari Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.
Program itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah kabupaten bermoto bumi habangkalan penyang karuhei tatau.
"Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan PPL harus terus mengawal program itu. Sehingga nantinya bisa berhasil dan bermanfaat untuk masyarakat," cetusnya.
--page
Tahun ini diprogramkan penanaman kopi seluas 150 hektare dan jahe dengan luas 10 hektare di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
Bibit kopi yang akan ditanam sebanyak 50.000 di lahan mau pun di pekarangan rumah. Juga akan diberikan pupuk NPK 10.00 ton agar tanaman kopi bisa tumbuh dengan baik.
Kopi akan diperuntukan bagi masyarakat di Kecamatan Kahayan HuLu Utara, Kecamatan Tewah, Kecamatan Damang Batu dan Kecamatan Miri Manasa. Mengingat, kontur tanah cocok untuk tanaman kopi. Kemudian, untuk tanan jahe dengan luas 10 hektar.
Bibit yang diperlukan sebanyak 400 ton. Kemudian, juga akan diberikan pupuk kandang dan pupuk organik cair bagi masyarakat yang menanam jahe. (EPRA SENTOSA/B-6)








