BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hebohnya netizen Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terkait aktivitas pelaku Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT) belakangan ini juga membuat resah pelaku LGBT. Hal ini seperti yang disampaikan pelaku LGBT pada anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kobar.
Sekretaris KPA Kobar Erfin Hidayat menjelaskan, KPA Kobar juga melakukan pembinaan terhadap sekitar 20 orang yang mewakili pelaku LGBT guna mencegah penyebaran HIV/AIDS.
"Bentuk pembinaan yang kita lakukan adalah mengikutsertakan mereka dalam sosialisasi pencegahan penularan HIV/AIDS. Nah, terkait kecaman masyarakat terhadap aktivitas segelintir pelaku LGBT yang terang terangan menunjukkan aktivitas yang tidak senonoh di hadapan publik, juga membuat mereka resah," jelasnya, Selasa (23/1/2018).
Pasalnya, lanjut Erfin, berdasarkan pengakuan pelaku LGBT yang selama ini dibina oleh KPA Kabupaten Kobar, mereka sendiri sadar bahwa aktivitas mereka tersebut melanggar aturan agama manapun.
"Dari pesan WA yang kami terima, para pelaku LGBT yang dibina oleh KPA Kobar mengaku tidak ada yang bergabung dalam grup medsos yang menghebohkan tersebut. Berdasarkan pengakuan, mereka juga tidak pernah melakukan aktivitas asusila di tempat publik," jelas Erfin.
--page
Erfin menjelaskan, mereka juga mengetahui perbuatan yang dilakukan mereka adalah dosa. "Mereka juga tahu bahwa hal tersebut melanggar aturan agama manapun, makanya mereka sadar kalau hal tersebut adalah dosa, sehingga tidak mencoba menularkan ke orang lain. Nah kata menularkan ini kata mereka cukup mengganggu, tambah lagi ada pemikiran mau membakar salon-salon waria yang menjadi tempat usaha mereka," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)








