BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sektor agribisnis mulai unjuk gigi di awal tahun ini yang terlihat dari kenaikan sejumlah saham di sektor ini.
Seiring proyeksi membaiknya harga minyak sawit mentah (CPO) tahun ini, diperkirakan saham sektor agri akan bersinar pada 2018.
"Secara teknikal sektor agri sudah berada di bottom atau di support-nya, sehingga berpotensi rebound (berbalik arah menguat) dan membentuk trend bullish baru," kata Astronacci Fund Manager, Daryl Yahya, dalam risetnya pekan ini.
Hal ini juga didukung double bottom pattern yang terjadi pada 20 Desember tahun lalu. Adapun pada tahun lalu performa sektor agri bisa dibilang kurang baik, dengan penurunan sekitar 13,5% sampai penutupan 2017.
Daryl menilai, tahun ini diprediksi menjadi tahun yang berbeda untuk sektor agri. Harga CPO yang masih berada dalam tren bullish dapat menjadi indikator pendukung bangkitnya sektor agribisnis.
--page
"Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) juga memproyeksi harga CPO akan mencapai level US$710 hingga US$720 tahun ini," papar dia.
Ada beberapa saham pilihan sektor agri yang bisa dipertimbangkan tahun ini.
"Untuk investor yang cenderung defensif dapat mempertimbangkan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT London Sumatera Tbk (LSIP). Sedangkan untuk investor yang agresif dapat melirik saham PT Provident Agro Tbk (PALM) dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)," ujar Daryl. (NEDELYA RAMADHANI/m)








