PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gas elpiji subsidi 3 kg sekitar dua minggu ini kembali langka di pasaran. Terutama di wilayah luar kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Beberapa kawasan yang mengalami kelangkaan antara lain Desa Purbasari di Kecamatan Pangkalan Lada dan Desa Bumiharjo, Kecamatan Kumai.

Hal itu seperti yang dikeluhkan Sutarji warga SP3 Sungai Rangit, Selasa (23/1/2018). Ia mengatakan walau sudah mengantre di Pangkalan milik Paino yang berlokasi di  Desa Purbasari dirinya masih juga belum mendapatkan gas elpiji 3 kg tersebut.

"Walau sudah menyerahkan kartu keluarga ke pangkalan, namun saya masih belum juga mendapatkan gas. Sekitar dua minggu ini gas LPG 3 kg sangat susah didapatkan. Ini saja sudah antre panjang, entah nantinya bakal kebagian atau tidak saya nggak tahu," keluhnya.

Kemudian warga Desa Bumiharjo, Ipah mengatakan bahwa biasanya pangkalan tersebut menerima pasoka  gas elpiji 3 kg setiap dua minggu.

"Namun bila antrean panjang kayak gini, nggak kuat saya. Puanjang buanget," ujarnya kesal.

--page

Menurut Ipah, di pangkalan gas elpiji yang milik Mino tersebut biasanya mendapatkan pasokan sekitar  400 tabung tapi yang datang cuma 250 tabung gas elpiji 3 kg.

"Dalam pemgambilan kami juga harus membawa kartu keluarga. Biasanya sebelum gas datang kami sudah disuruh antre, nah dengan jumlah yang cuma 250 tabung apa kami ada kesempatan dapat gas," ujarnya dengan nada kesal.

Kondisi seperti ini, lanjutnya, sama saja dengan beberapa tahun dulu saat dirinya ikut mengantre minyak tanah.

"Lha, katanya dengan elpiji 3 kg nggak ada lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk memasak. Namun kenyataannya saat ini sama saja dengan dulu. Anehnya kenapa dulu kita diminta untuk memgganti kompor minyak tanah dengan kompor gas. Bikin susah masyarakat saja," ujarnya keras. (WAHYU KRIDA/B-8)