MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Beredarnya isu mengenai adanya oknum kepala dinas yang menjual nama anggota dewan kepada rekanan yang meminta proyek ditanggapi serius oleh Anggota DPRD Barito Utara, Abri.

Dia mengaku kecewa dengan ulah beberapa oknum kepala dinas tersebut. Selama ini dirinya tidak pernah meminta atau mendapatkan proyek dari dinas-dinas.

“Saya  tidak pernah bermain proyek apalagi sampai monopoli di dinas-dinas, oleh karenanya kepada dinas jangan asal sebut saja kalau dewan menguasai pekerjaan fisik,” ujarnya, Selasa (23/1/2018).  

Dia juga mengungkapkan , selama ini ada beberapa kontraktor atau rekanan yang meminta  proyek kepadanya karena dikasih tahu oleh kepala dinas kalau banyak pekerjaan fisik di borong oleh para wakil rakyat.

“Memang selama ini selentingan kabar bahwa banyak kepala dinas saat diminta pekerjaan oleh rekanan mengatakan bahwa pekerjaan lebih banyak diambil oleh dewan, meski pada mulanya kurang yakin namun kini dengan tegas mengatakan bahwa tidak pernah bermain proyek” jelasnya.

--page

Dia menambahkan, kalau mengusulkan, usulan dari masyarakat memang benar tapi mekanisme  pelaksanaannya tetap sesuai prosedur.

Selain H Abri, Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, Tajeri mengatakan, tidak seharusnya para kepala dinas menjual nama dewan kepada para rekanan, padahal ada kemungkinan  kalau proyek yang dikatakan oknum kepala dinas tersebut dikerjakan sendiri atau koloninya.

“Sebagai dewan tentu saja kami keberatan dituding oleh kepala dinas bermain atau menguasai  proyek apalagi sampai mengesampingkan para rekanan yang selalu berharap mendapatkan pekerjaan dari pemerintah daerah sebagai kontraktor,” ucapnya.

Belakangan juga  dewan mendengar bahwa banyak rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan bahkan untuk membayar pajak CV atau PT nya saja tidak mampu, ini tentu membuat prihatin.

Kondisi ini karena saat meloby dinas selalu dikatakan bahwa proyek fisik dikuasi oleh wakil rakyat.

--page

Tudingan ini menurutnya sudah keterlaluan dan harus segera diluruskan agar jangan sampai timbul pandangan di masyarakat kalau dewan mementingkan diri sendiri dan tidak memperhatikan kebutuhan warganya.

“ khususnya rekanan,karena kita tahu bahwa mereka juga mempunyai tanggungjawab besar, menghidupi keluarga, karyawan serta perusahaannya,”  tegasnya. (RAMADHANI/B-6)