PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembangunan ruang baru untuk sekolah yang terbakar pada peristiwa beruntun di tahun 2017 lalu harus diutamakan.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Mukarramah, mengatakan, ruang kelas yang menjadi korban pembakaran tersebut merupakan fasilitas utama pendidikan. Maka menjadi kewajiban Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya untuk mengutamakan pembangunannya.

"Ruang kelas yang terbakar hingga kini belum juga ada realisasinya. Sementara yang menanggung adalah peserta didik. Dengan kondisi ini kami meminta pembangunan memiliki target. Sudah bagus ini ya saya dengar ada target, Juli 2018 ini ditargetkan selesai ya," kata Mukarramah, Selasa (23/1/2018).

Menurut Mukarramah, anggaran yang disediakan memang sudah disetujui oleh kalangan dewan, tinggal melakukan lelang dan segera membangun.

"Pembangunannya segera dilakukan setelah proses lelang selesai. Triwulan II pembangunan sekolah sudah bisa dimulai, karena kita melihat selama ini proses belajar mengajar sangat terganggu," bebernya.

--page

Dia menjelaskan, untuk nominal pihaknya tidak mengetahui persis. Namun yang jelas, dalam APBD tahun 2018 dana tersebut sudah tercantum dalam usulan.

"Kita berharap segera dibangun karena ruang kelas juaga merupakan salah satu penunjang proses pendidikan untuk mendapatkan kualitas pendidik yang baik, abila sebelum penerimaan siswa baru sudah selesai itu lebih bagus," tukasnya.

Dia juga menambahkan, kondisi belajar mengajar saat ini sangat miris, sebab selain harus bergantian belajar karena ruang terbatas. Musim hujan juga menambah derita para peserta didik dalam memperoleh pendidikan. (TESTI PRISCILLA/B-11)