BORNEONEWS, Sampit - Proses belajar mengajar di Sekolah Dasar Islam (SDI) Daruttaslim dipindahkan ke SDN 3 Mentawa Baru Hilir yang berada di Jalan Ketapi 6, Kelurahan MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, Sampit. Hal itu karena bangunan sekolah tersebut ikut terbakar, Selasa kemarin.
Kepala SDI Daruttaslim, Aji Iskandar mengatakan, meskipun bangunan sekolah sudah terbakar, kegiatan belajar mengajar tidak akan diliburkan. Pihaknya meminjam ruangan sekolah lain untuk proses pendidikan tersebut.
"Tidak akan diliburkan. Belajar itu penting. Sementara ini kegiatan belajar mengajar kami pindahkan ke SDN 3 MB Hilir," ucap Aji saat mendatangi lokasi kebakaran yang berada di Talok Dalam, Kelurahan MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, Rabu (24/1/2018).
Selain pemindahan tempat belajar, waktu nya pun turut serta berpindah. Jam masuk sekolah yang biasanya pada pukul 06.15 wib, kini dirubah menjadi 12.30 wib. Meskipun begitu, durasi belajar mengajar tetap sama seperti biasanya, sesuai kelas.
"Setelah proses belajar mengajar di SDN 3 MB Hilir selesai, barulah SD kami yang mengisi ruangan tersebut. Total murid kami ada sekitar 92 orang. Musibah bukan jadi penghalang untuk belajar," terang Aji.
--page
Dirinya juga mengatakan jika sekolah yang di pimpinnya tersebut mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Tidak ada satupun dokumen serta peralatan yang bisa diselamatkan. Aji mengetahui SDI itu terbakar setelah ditelpon oleh warga.
"Rumah saya jauh dari sd, saya tahu adanya kebakaran pun dari warga yang mengjubungi saya melalui panggilan seluler. Untuk dokumen, buku serta peralatan lainnya saja berkisar 150 juta an, belum termasuk bangunan," tuturnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)








