BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran di Kampung Taluk Dalam yang juga menghanguskan Sekolah Dasar Islam (SDI) Daruttaslim Sampit, mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Kami akan memperjuangkan sekolah yang terbakar ini agar mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Bima Eka Wardana, saat berkunjung ke lokasi kebakaran, Rabu (24/1/2018).
Bima menambahkan, bantuan tersebut biasanya melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sehingga mereka akan membuat laporan serta proposal agar bisa mendapatkan bantuan tersebut.
"Yang terpenting dapat bantuan lebih dulu. Belum bisa dipastikan apakah nantinya (bantuan) menyeluruh atau tidak," lanjut Bima.
Nantinya pihak tim akan menghitung keperluan gedung, kelas dan luasan dari lokasi tersebut untuk dimasukkan dalam proposal.
--page
Dan jika bantuan tersebut diterima, Dinas Pendidikan Kotim akan berkoordinasi dengan pihak SDI, terkait pembangunan sekolah ke depannya.
"SDI ini bukan sekolah negeri, namun milik yayasan. Sehingga kami harus berkoordinasi lagi kalau memang nantinya ada bantuan dari pusat," terang Bima.
Kebakaran terjadi pada Selasa (23/1/2018) sore. Sedikitnya ada 10 bangunan yang terbakar, termasuk SDI tersebut. Ada enam kelas yang terbakar. Setiap harinya, di SDI tersebut terdapat sembilan orang guru dan 92 murid.
Saat ini terpaksa diliburkan sementara, dan besok akan memulai aktivitas belajar mengajar menggunakan ruangan di Sekolah Dasar (SD) 3 Mentawa Baru Hilir. Mereka akan masuk setelah siswa sekolah tersebut pulang, yakni pada pukul 12.30 WIB. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








