PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mulai pukul 07.00 WIB prosesi pernikahan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran akan dimulai, Kamis (24/1/2018).

Diawali dengan penyambutan kedua calon mempelai diiringi kesenian hadrah atau salawat, sebelum memasuki Istana Isen Mulang. Kamudian tiba di depan Istana Isen Mulang, kedua mempelai akan disambut dengan tradisi Lawang Sakepeng dan prosesi adat Dayak.

"Makna dari upacara mambuka Lawang Sakepeng ini adalah untuk menjauhkan semua rintangan dan malapetaka yang dapat menimpa kedua mempelai dalam membina rumah tangga," kata Koordinator dan Pengiring Musik pemain silat Lawang Sakepeng, Benny Tundan, Rabu (24/1/2018).

Pria yang juga merupakan Koordinator Sanggar Marajaki ini menjelaskan Lawang Sakepeng adalah semacam pintu gerbang atau gapura dari pelepah daun kelapa yang diberi rintangan benang.

"Pada rintangan benang penghalang dipasang bunga warna warni agar semarak. Pengantin pria dan rombongannya tidak boleh masuk ke halaman rumah sebelum membuka Lawang Sakepeng. Caranya, memutuskan benang-benang perintang oleh pesilat yang dipilih mewakili masing-masing pihak," jelas Benny.

--page

Ditampilkannya pesilat dari kedua belah pihak menurut Benny juga mengandung makna. Yakni dalam kehidupan rumah tangganya, kedua mempelai akan bersama-sama mengatasi persoalan yang datang sehingga dapat hidup rukun, saling membantu dan bekerjasama. (TESTI PRISCILLA/B-11)