BORNEONEWS, Pangkalan Bun-Hadir dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Ketahanan Pangan 2008 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) membawa Coto Manggala yang merupakan kuliner khas Bumi Marunting Batu Aji ini.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Kobar, Ida Pandanwangi, rakernis ini bakal digelar di Aula Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng Jalan Willem A Samad Palangka Raya, pada 23-24 Januari 2018.
"Rapat kerja ini disambung dengan kirab budaya antara lain kuliner khas daerah masing-masing kabupaten kota seluruh Kalimantan Tengah, seperti Kobar memperkenalkan Coto Manggala," kata Ida.
Ia menjelaskan Coto Manggala merupakan kuliner khas Kobar yang terbuat dari singkong sebagai pengganti beras pada soto pada umumnya. Lauk soto ini juga berbeda yakni menggunakan ceker ayam.
"Bumbu soto ini berupa bawang putih, merica, dan garam yang dihaluskan. Potongan kaki ayam dan bumbu soto dicampurkan ke dalam rebusan singkong yang telah dipotong-potong dan direbus hingga setengah matang. Soto ini dihidangkan dengan seledri dan bawang goreng seperlunya," terang dia.
--page
Menurut Ida, singkong sebagai bahan utama Coto Manggala bisa disejajarkan dengan kentang, terigu dan beras sebagai sumber karbohidrat. Singkong merupakan salah satu umbi yang memiliki nilai strategis sebagai pengganti nasi putih.
"Umbi mengandung karbonhidrat sangat tinggi sekitar 34 sampai 38 gram per 100 gram. Kandungan energinya 146 sampai157 kalori per 100 gram. Nilai Gizi per porsi Kalori dengan nilai gizi 847,50 kkal, lemak 31,64 gram, lemak jenuh 9,70 gram, protein 34,88 gram, karbonhidrat 105,21 gram, serat 5,17 gram, gula 10,82 gram, sodium 404,53 miligram dan masih banyak lainnya," pungkas dia. (HARDI/B-8)








