MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Kepala Desa Sabuh, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Ahmad Junaid, mengungkapkan bahwa pemeliharaan jalan menuju Desa Sabuh dilakukan secara bertahap.

Pernyataan Ahmad Junaid tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai penggunaan dana pemeliharaan jalan yang nominalnya mencapai Rp500 juta.

Menurut Ahmad Junaid, dana Rp500 juta itu digunakan membeli material berupa okes untuk pengerasan jalan. Namun pekerjaan itu terkendala cuaca yang sering turun hujan. Sehingga pekerjaan ditunda.

“Kita sudah pernah mencoba melakukan pengerasan dengan material okes. Namun setelah 6 kilometer dari 10 kilometer total panjang jalan dengan lebar mencapai 8 meter, operator dan pihak tenaga teknis mengatakan bahwa percuma saja dilakukan pengerasan bila cuaca seperti ini. Pengerasan tidak akan maksimal,” ujar Junaid, Kamis (25/1/2018).

Untuk itu, pekerjaan pengerasan dengan material okes dilakukan pada cuaca yang benar-benar mendukung. Sehingga jalan tersebut dapat keras dengan optimal.

--page

Dikatakannya pula, bahwa dana sebesar Rp500 juta tersebut, bukan hanya untuk pembelian material, melainkan juga untuk biaya lainnya. Seperti, pembelian bahan bakar alat berat untuk pengamparan material dan biaya pajak.

Material yang sudah ada mencapai 2.202 kubik. Ini tentunya belum mencukupi untuk jalan tersebut yang panjangnya mencapai 10 kilometer dengan lebar 8 meter. Pada APBD perubahan nantinya akan dilakukan kembali pembelian material tersebut sekitar 1.000 kubik.

Junaid melanjutkan, jalan tersebut telah dibuka dengan alat berat milik PT Mitra Barito. Sedangkan untuk pengerasan nantinya juga dilakukan dengan menggunakan alat berat perusahaan tersebut. Namun untuk material dan bahan bakar alat berat serta lainnya ditanggung oleh desa. (RAMADANI/B-3)