BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah pasien dan warga yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani Sampit, terutama di ruang Bougenvil sempat heboh dengan adanya sarang tawon yang cukup besar berada di bangunan lantai tiga tersebut.
Hal itupun membuat pihak rumah sakit memanggil petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur untuk melakukan evakuasi.
"Tadi kami minta bantuan terhadap tim dari Damkar, dan alhamdulillah sudah berhasil di evakuasi oleh mereka," ujar Kaspul Anwar, petugas rumah sakit.
Dia juga menyebut keberadaan sarang tawon sangat mengganggu pasien dan keluarga pasien yang menginap di ruangan tersebut.
Mereka juga takut membuka jendela, karena dikhawatirkan tawon tersebut menyerang.
--page
Sementara itu untuk proses evakuasi tersebut dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
Sedikitnya dua petugas berusaha memindahkan sarang tawon yang berukuran cukup besar tersebut.
Saat proses evakuasi berlangsung, petugas Damkar dan karyawan RSUD dr Murjani Sampit sempat disengat tawon.
“Proses evakuasi sarang tawon ini tidak terlalu lama, mungkin sekitar setangah jam. Yang cukup lama itu memasang alat pengaman petugas yang akan memindahkan sarang tawon tersebut. Karena posisi sarang tawon ini berada di atas gedung, sehingga kalau tidak didukung peralatan yang memadai bisa membahayakan petugas,” terang Kaspul Anwar.
Disampaikannya, setidaknya ada tiga orang yang terkena sengatan tawon tersebut saat proses evakuasi berlangsung.
--page
Dua merupakan petugas dari Damkar yang melakukan evakuasi, dan satu lagi adalah dirinya.
“Kebetulan saya berada di atas gedung untuk mendampingi petugas Damkar yang melakukan evakuasi sarang tawon itu, saya sempat kena dua sengatan di telinga,” tandasnya.
Cukup banyak warga yang menyaksikan proses evakuasi sarang tawon tersebut. Sebagian dari mereka hanya menyaksikan dari kejauhan karena takut diserang. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








