BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Air limbah tahu ternyata juga dimanfaatkan untuk bio gas. Ini tentu sangat bermanfaat untuk kebutuhan energi alternatif di tengah mulai berkuranganya cadangan energi fosil.
Setiap bahan dari kedelai sangat berguna termasuk air limbah. Biasanya bio gas tidak terlalu berbahaya karena bahan limbahnya dari air tahu.
Hal itu sebagaimana yang disampaikan karyawan pabrik tahu dan tempe Jumadin kepada borneonews.co.id di pabrik tahu dan tempe milik Samsudin di Jalan Iskandar, Pangkalan Bun, Sabtu (27/1/2018).
"Proses pembuatan limbah menjadi bio gas memerlukan waktu satu bulan dan dilihat dari hasilnya cukup memuaskan dan api yang dihasilkan sedang dan tidak terlalu besar," kata Jumadin.
Jumadin mengatakan, kalau mau menyalakan api bersumber dari bio gas harus menggunakan korek api. Bahan limbah ini merupakan zat asam atau soda alum. Air limbah tahu masuk ke pipa tangki dan diproses selama minimal satu bulan untuk menjadi bio gas.
--page
Bio gas bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan sehari-hari, misalnya sebagai bahan bakar kompor.
Bio gas secara tidak langsung juga bermanfaat dalam penghematan energi yang berasal dari alam.
Jika ditinjau dari segi ekonomi dan penggunaan energi, pemanfaatan limbah pabrik pembuatan tahu dapat memberikan keuntungan yang cukup banyak.
Limbah cair pembuatan tahu juga bisa dijadikan pupuk organik cair yang kaya manfaat. Selain harganya murah hasil pertanian juga bisa lebih baik. Sebagai pengganti pupuk organik, demikian pendapat Jumatin. (HARDI/B-5)








