KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Pasca operasionalnya Jembatan Kalanaman di Desa Banut Kalanaman tidak jauh dari Desa Telangkah membuat sejumlah warga Desa Telangkah khawatir kalau pemerintah daerah bakal membongkar jembatan gantung di desa itu.

Pasalnya, Jembatan Gantung di Desa Telangkah yang melintang di atas Sungai Kalanaman itu adalah peninggalan sejarah.

Meski sejauh ini jembatan gantung yang berkonstruksi besi dan kayu itu kondisinya sudah banyak titik kerusakan, misalnya kayu papan lantai lapuk ataupun patah.

Sejauh ini jembatan gantung di Desa Telangkah ini hanya untuk transportasi kendaraan roda dua atau gerobak dan pejalan kaki saja.

"Meski sekarang sudah ada Jembatan Kalanaman itu, namun kami warga Desa Telangkah berharap kepada pemerintah daerah untuk tidak membongkar jembatan, sebab selain merupakan peninggalan sejarah, jembatan gantung ini kedepannya juga bisa dikembangkan sebagai obyek wisata," harap Ahmad warga Desa Telangkah kepada borneonews.co.id Sabtu (27/1/2018).

--page

Meski Jembatan Kalanaman sejauh ini sudah difungsikan, tapi setiap harinya jembatan gantung ini tetap ramai dilalui kendaraan roda dua maupun pejalan kaki. (ABDUL GOFUR/B-6)