BORNEONEWS, Sampit - Sesosok jasad laki-laki, Herman (50), ditemukan tewas di dalam sebuah toko bawang di Mentaya Town Palace, Sampit, Senin (29/1/2018) pagi ini.
Penemuan mayat tersebut membuat masyarakat dan juga pedagang di sekitar lokasi tersebut geger. Mereka berbondong-bondong ingin melihat langsung keadaan korban yang ditemukan tewas di dalam toko tersebut.
"Saat saya buka toko sekitar pukul 04.00 WIB ternyata dia tidak bangun-bangun, dan saya kira dia tidur nyenyak. Sehingga saya langsung bersih-bersih saja, dan baru mengetahui dia meninggal setelah dibangunkan tidak bangun juga," ujar Husairi, pemilik toko tersebut, Senin (29/1/2018).
Belum diketahui penyebab kematian korban. Namun dari yang terlihat di lokasi kejadian tidak ada luka ataupun hal yang mencurigakan.
Saat ditemukan korban tidak menggunakan pakaian dan hanya menggunakan celana dalam. Dengan tertutup sarung.
--page
Sementara, ditemukannya jasad mayat tersebut bermula ketika pemilik toko membuka tokonya sekitar pukul 04.00 WIB. Di mana saat itu tidak seperti biasanya, karena korban pada saat dibuka tidak juga bangun.
Namun dikira oleh sang pemilik bahwa dia kelelahan sehingga tidur pulas. Tetapi sekitar pukul 05.00 WIB, datang temannya dan memanggil namanya. Tetapi tidak juga ada sahutan, hingga akhirnya kawannya itu langsung mendekati dan membuka sarungnya.
Ternyata sudah tidak bernapas, dan diperiksa nadinya juga tidak ada detaknya sama sekali. Setelah itu, barulah pemilik toko mengetahui, dan langsung memanggil sejumlah warga lainnya.
Saat ini jasad sendiri baru saja dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani Sampit untuk dilakukan visum, dan kasus ini sendiri masih ditangani aparat kepolisian. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








