PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - TNI dan Polri akan memberikan pengamanan penuh pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 di 10 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah.

TNI dan Polri juga dituntut harus netral dalam pesta demokrasi itu. Saran ini disampaikan Ketua Tim Asistensi Brigadir Jenderal Sadono Budi Nugroho ketika memberikan arahan pada kegiatan Asistensi Operasi Mantap Praja 2018 dalam rangka antisipasi terjadinya konflik sosial pada pengamanan Pilkada 2018, Senin (29/1/2018).

Selain diingatkan untuk netral, dia juga menyarankan agar tidak berfoto bersama pasangan calon.

"Ingat TNI dan Polri harus netral. Media sosial sudah sangat kuat sekali. Jangan foto dengan paslon. Kalau memang mau foto, harus beramai-ramai. Kalau foto sendiri usahakan ditahan dulu," pesannya.

Dia menambahkan Polri dan TNI adalah dua instansi yang menjadi mesin pendingin apabila terjadi suatu hal.

--page

TNI dan Polri juga harus bergerak secara paralel yang mampu menetralisir mesin panas agar tidak sampai meledak. (BUDI YULIANTO/B-6)