SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Roy Lumban Gaol mendorong agar aparat memproses masalah kebakaran lahan warga Desa Babirah, Kecamatan Pulau Hanaut.

"Kami mendorong agar aparat kepolisian setempat segera menindaklanjuti masalah ini. Larena banyak kebun warga yang jadi korban, tidak hanya sawit saja namun juga padi warga," kata Roy, di lokasi kejadian, Senin (29/1/2018).

Roy langsung turun ke lokasi untuk membuktikan kebenaran laporan warga, terkait laporan lahan yang terbakar mencapai 200 hektare. Saat ia cek ternyata benar adanya meski perjalanan yang ditempuh untuk menuju lokasi cukup jauh.

"Kita menyayangkan ini sampai terjadi, apalagi di desa ini ada alat pemadam kebakaran, mengapa tidak digunakan," ucapnya.

Menurut Roy, alat pemadam tersebut dibeli dengan dana desa, pemanfaatannya tentu digunakan untuk kebutuhan warga apalagi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran sampai seperti ini. Harusnya menurut dia jika alat itu digunakan, diyakini luas lahan yang terbakar bisa diminimalisasi.

--page

"Makanya dari dulu saya berulang kali ingatkan pemerintah daerah, tolong awasi segala bentuk peralatan yang dibeli dengan dana desa, dimanfaatkan untuk masyarakat atau tidak. Karena kalau alat dibeli dengan dana desa tentu yang memanfaatkannya masyarakat setempat," kata dia.

Bukan sebaliknya menurut Roy, alat yang dibeli justru disimpan di dalam gudang, tentu hal tersebut jadi tanda tanya masyarakat.

"Kalau terjadi seperti ini mau gimana, padahal alat ada, makanya saya sepakat ada masalah ini diproses, apalagi kebakaran lahan ini sudah jadi atensi penegak hukum," pungkasnya.

Sekitar 200 hektare lahan warga Desa Babirah terbakar, kejadian itu bermula saat salah seorang warga sekitar membakar lahan untuk berkebun pada Kamis (25/1/2018) lalu. Api itu menjalar menghanguskan lahan warga yang terdiri dari kebun sawit, ladang, pondok dan sebagian lahan kosong untuk pertanian warga. (NACO/B-11)