BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jamhuri (60 tahun) warga Jalan Pangeran Antasari Gang Buntal RT 01 Kelurahan Baru bingung memikirkan nasib rumah lantingnya.
Pasalnya, atap rumah lanting berkonstruksi kayu yang berada tepat di samping muara Sungai Buun dan Sungai Arut ini hilang tersapu angin puting beliung yang melanda kawasan pinggiran Sungai Arut, Senin (29/1/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kepada Borneonews, Selasa (30/1/2018) lelaki yang berprofesi sebagai buruh pasar ini menceritakan kejadian yang menimpa rumahnya tersebut.
"Saya bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, seperti biasanya saya pulang ke rumah sekitar pukul 03.00 WIB. Kemudian saya tidur hingga siang dan melanjutkan bekerja lagi saat petang," ujar lelaki yang memiliki enam orang anak tersebut.
Tetapi, saat sedang beristirahat sekitar pukul 10.00 WIB hujan turun disertai angin kencang.
"Mendengar suara gemuruh saya terbangun. Tidak lama kemudian, atap seng rumah saya tiba-tiba terangkat bersama kerangkanya. Lantaran ketakutan, saya tidak bisa berbuat apapun. Saya hanya melindungi kepala saya agar tidak terkena sisa patahan kayu atap rumah," ujar Jamhuri.
--page
Di tempat yang sama, Udin salah seorang warga yang di sekitar rumah Jamhuri menuturkan saat angin puting beliung terjadi, ia sedang berteduh di dekat lokasi kejadian.
"Lantaran hujan, saya berteduh di barakan dekat rumah yang atapnya hancur ini. Nah saat itu, tiba-tiba ada angin berputar dan mengangkat benda-benda yang berada di tempat tersebut. Bahkan, ada atap rumah yang juga turut terangkat dan menimpa bekas keramba yang berada di dekatnya hingga hancur," ujarnya menceritakan.
Akibat angin tersebut, bukan hanya rumah Jamhuri yang hancur. Beberapa atap rumah di Kelurahan Raja Seberang turut mengalami kerusakan. Bahkan atap kantor guru di SMP Negeri 4, Raja Seberang juga rusak. (WAHYU KRIDA/B-2)








