PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Langit Kabupaten Kotawaringin Barat diprediksi berawan saat Super Blue Blood Moon sekaligus gerhana bulan, Rabu (31/1/2018).

Fenomena alam yang langka tersebut sebenarnya bisa diamati di seluruh Indonesia. Namun, semua itu sangat bergantung dari kondisi cuaca di lokasi pengamatan.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang disampaikan oleh BMKG Pangkalan Bun, langit Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) saat fenomena langka tersebut sedang berawan dengan kelembaban saat malam hari mencapai 92 %.

"Kemudian kecepatan angin mencapai 6 km/jam dan suhu udara sekitar 27 derajat celcius," jelas Prakirawan Cuaca BMKG Pangkalan Bun Rangga Setya Pratama, Rabu (31/1/2018).

Menurutnya, lantaran proses awal gerhana, totalitas dan akhir berlangsung cukup lama, ada kemungkinan proses gerhana bisa telihat jelas.

Seperti diberitakan sebelumnya, inilah waktu secara umum fase terjadinya gerhana bulan saat super blue blood moon.

Awal gerhana penumbra terjadi sekitar pukul 17.51 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan awal Gerhana Parsial sekitar pukul 18.48 WIB.

Setelah itu, terjadi fase awal Gerhana Total 19.51 WIB. Sedangkan puncak Gerhana Bulan Total terjadi pukul 20.29 WIB. Gerhana bulan total berakhir sekitar pukul 21.07 WIB.

Setelah itu berlanjut dengan akhir Gerhana Parsial sekitar pukul 22.11 WIB. Terakhir adalah fase akhir gerhana Penumbra sekitar pukul 23.08 WIB. (WAHYU KRIDA/B-2)