MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Banyaknya masyarakat yang mempertanyakan mengenai mahalnya harga lahan yang dibeli Perusda Batara Membangun untuk pembangunan SPBU di Jalan Pendreh seharga Rp2,5 miliar.

Direktur Utama Perusda Batara Mambangun, El Ronny menjelaskan  rencananya perusda akan memakai lahan milik pemda, namun karena proses yang panjang dicari solusi yakni dengan membeli tanah warga.

“Dan ini pun berdasarkan dari peninjauan dari Pertamina dan diusulkan pembangunan dilokasi sekitar lahan yang telah dibangun SPBU,” ujar Ronny, Rabu (31/1/2018).

Dijelaskan, dalam pembalian lokasi lahan, pemerintah daerah menyarankan untuk mencari tim penilai dan dipilih tim appraisal dari Surabaya yakni Sisco KJPP Satria Iskandar Setiwan dan Rekan.

Setelah mendatangkan tim penilai lahan, bahwa lahan didaerah tersebut bernilai Rp 300 ribu per meter persegi.

--page

Lahan yang dibeli tersebut milik Zainal Abidin Achmad, Tarfwi Husni Thamrin, Hj Norma Nilayanti, Hj Noortasari dan Candrayanto di jalan Pendreh RT 20 Kelurahan Lanjas dengan luas total 8.888 meter persegi.

Dengan luasan tersebut apabila dalam satu meter persegi senilai Rp300 ribu maka total harga lahan tersebut mencapi Rp2.666.400.000, namun dengan nego harga kepada pemilik lahan di capai kesepakatan Rp2, 5 miliar saja.

Luasan tersebut telah disertifikatkan, namun yang disertifikatkan yakni seluas 8.652 meter persegi saja untuk pembangunan SPBU.

“Jadi apabila dikalkulasikan dalam kesepakatan tersebut dicapai besaran nilai lahan dalam satu meter persegi hanya Rp288.950 permeter perseginya. Ini dibawah nilai yang telah ditentukan oleh tim penilai,” jelasnya (RAMADHANI/B-6)