BORNEONEWS, Palangka Raya– Jumlah Bidan Lewu di Provinsi Kalimantan Tengah sejauh ini baru 15 orang. Bidan Lewu ialah bidan desa tradisional yang populer di daerah terpencil di Kalteng.
Mereka menjadi pioner dalam rangka promosi sadar gizi masyarakat, terutama ibu hamil, 1.000 hari pertama kelahiran, dan keluarga. Bidan Lewu membantu dalam masalah gizi ibu dan anak, dan bukan mengenai praktik bantuan persalinan.
Sebanyak 15 Bidan Lewu itupun masih terpusat di satu kabupaten, yakni Kapuas. Khususnya lagi di tiga desa Kecamatan Kapuas Hulu yaitu Sei Hanyo, Supang, dab Bulau Ngandung. Selebihnya belum ada.
Karena itu, saat Workshop Diseminasi Hasil Pengembangan Alat dan Pelatihan untuk Proyek Bidan Lewu di Palangka Raya, Rabu (31/1/2018), pihak IMA World Health yang menfasilitasi kegiatan, mengundang perwakilan tiga kabupaten lainnya yaitu Katingan, Gunung Mas, dan Pulang Pisau.
Ada tiga sektor yang dilibatkan yaitu Dinas Kesehatan, Badan perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD).
--page
“Diharapkan tidak hanya 15 Bidan Lewu. Karena itu, kami mengundang tiga kabupaten lain tersebut agar nantinya mengaplikasikan hal yang sama. Selain itu, tiga kabupaten tersebut merupakan lokasi yang disasar Kampanye Gizi Nasional (KGN),” sebut panitia pelaksana dari IMA World Health kepada Borneonews.
Di pihak lain, Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes Doddy Izwardy, menyebut bahwa hal terpenting yang ditransferkan ke masyarakat ialah pengetahuan tentang asupan sehari-hari.
“Yang terpenting adalah knowlegde, transfer pengetahuan kepada masyarakat agar tercipta generasi sehat dan cerdas, melalui kampanye gizi. Ini juga kaitannya dengan masalah stunting,” sebut dia.
Untuk memasyarakatkan sadar gizi, lanjutnya, harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan lokal, termasuk pemerintah daerah, mitra lokal (LSM lokal), kader posyandu, tokoh agama, asosiasi jurnalis, dan kelompok masyarakat lainnya.
“Mereka (masyarakat lokal terpencil) akan sulit mencerna kalau diberikan pengetahuan normatif oleh tenaga medis puskesmas atau pustu, apalagi dokter. Harus dijelaskan dengan bahasa sederhana seperti apa kehidupan sehari-hari mereka,” jelas Doddy.
--page
Sebagai tambahan, IMA World Health sedang melaksanakan KGN di 11 kabupaten di tiga provinsi di Indonesia. Empat di antaranya di Kalteng. (ROZIQIN/B-3)








