PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Adanya pertandingan menyumpit dan memanah yang rencananya digelar oleh Lanud Iskandar Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) di Rumah Betang Pasir Panjang 18 Februari mendatang, diapresiasi positif oleh Damang Kepala Adat Arut Selatan (Arsel) Sumarna.

Kepada Borneonews, Kamis (1/2/2018), Sumarna menjelaskan dengan adanya pertandingan menyumpit dan memanah diharapkan semakin banyak lagi masyarakat yang bisa menguasai senjata tradisional tersebut.

"Khususnya senjata sumpit yang menjadi senjata khas suku Dayak. Karena saat ini sudah sangat sedikit generasi muda Dayak khususnya yang menguasai senjata tradisional tersebut," jelasnya.

Walaupun, lanjut Sumarna, fungsi sumpit yang sebelumnya hanya murni sebagai senjata untuk berperang dan berburu, namun saat ini sudah berubah menjadi salah satu cabang olahraga.

"Karena untuk menembakkan anak sumpit yang biasa disebut damak  atau damek ini tepat ke sasaran diperlukan bidikan yang jitu dan pernafasan yang terlatih," jelas Sumarna.

--page

Dengan adanya pertandingan sumpit ini ia berharap agar kegiatan yang digelar dalam rangkaian bulan dirgantara bisa menjadi iven tahunan.

"Semoga kedepan olah raga sumpit makin memasyarakat. Sehingga makin banyak generasi muda yang mampu mengunakan  senjata tradisional suku Dayak ini sebagai olahraga tradisional," ujar Sumarna. (WAHYU KRIDA/B-5)