BORNEONEWS, Buntok – Konon menurut kepercayaan suku Dayak Ma’anyan Gerhana Bulan memiliki pertanda baik dan buruk dalam kehidupan manusia.
Demikian diungkapkan sesepuh Dayak Ma’anyan, Siter Ate, yang sudah berusia 84 tahun, warga kilometer 20 Desa Bundar Kecamatan Dusun Utara, Kamis (1/2/2018).
Dia mengatakan, menurut kepercayaan suku Dayak Ma’anyan, apabila bulan ditutupi atau mulai lindung dari bawah ke atas, maka itu pertanda tidak baik. Ramalannya, akan banyak manusia yang akan menderita berbagai macam penyakit. Dan sawah, ladang dan kebun bisa gagal panen.
Kemudian, jika bulan ditutupi mulai dari atas menuju ke bawah, itu juga pertanda sangat tidak baik. Karena manusia akan saling ribut baik itu perang, berebut kekuasaan dan lain sebagainya.
Akan tetapi, lanjut dia, jika bulan ditutupi gerhana baik dari kiri maupun dari kanan, maka itu merupakan pertanda bahwa dunia akan aman, adil, makmur dan sentosa.
“Kita berharap gerhana nanti bulan akan ditutupi dari kiri dan kanan, sehingga dunia akan aman. Tidak ada lagi perang, banjir dan peristiwa-peristiwa yang merugikan umat manusia,” harap dia.
--page
Gerhana Bulan menurut cerita terjadi karena bulan ditelan sang naga. Maka harus membuat sesajen berupa makanan dari beras ketan (weah Dite) sebanyak tujuh macam.
Tujuh macam sesajen itu, mulai dari pakingking, tumpi, lamang, beras kuning, ayam, kaluwit puhi dan kelapa.
Mereka juga beramai-ramai keluar dari rumah melakukan tarian khusus tolak bala yakni disebut iwadian (Belian). Serta memukul gong, gendang serta benda-benda lain yang bunyinya nyaring.
Serta mengeluarkan minyak-minyak atau ajian yang sudah kering karena pada saat gerhana bulan itu semuanya akan terisi atau tidak kering lagi.
Serta pergi kedalam hutan mengambil daun-daunan dan kayu-kayuan apa saja, karena diyakini akan bisa menyembuhkan segala macam penyakit baik itu guna-guna maupun penyakit lainnya.
--page
Menurutnya, gerhana bulan dan gerhana matahari sama-sama memiliki pertanda bagi umat manusia. Hanya saja pertanda dari keduannya sangat jauh berbeda.
“Gerhana Bulan memiliki pertanda baik dan buruk bagi kehidupan manusia didunia. Sedangkan gerhana matahai pertanda raja akan berganti,” beber dia.
Dia menceritakan, jika gerhana matahari selain pertanda raja akan berganti, efek lainnya diserang wabah penyakit seperti diare atau muntaber dan sakit kepala.
Jika terjadi gerhana matahari orang tua atau sesepuh melarang keluar dari rumah. Karena pada saat gerhana diyakini bulan dari bawah menutupi matahari.
Meski, dilarang keluar dari rumah mereka tetap harus membunyikan gong, gendang dan peralatan lain agar matahari cepat keluar seperti biasanya. Dan tidak ada ritual yang dilakukan. (URIUTU DJAPER/B-11)








