BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Abdul Khalik, menyarankan seluruh desa agar memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menurut Khalik, dari 168 desa di Kotim, masih banyak yang belum memiliki BUMDes. Selain itu, ada juga sudah memiliki BUMDes akan tetapi tidak bisa berkembang.
Padahal, menurut Khalik, desa sudah beberapa kali melakukan studi banding ke daerah lain untuk melihat secara langsung dan belajar mengelola BUMDes. Namun sampai kini belum memberikan dampak yang berarti bagi desa dalam mengembangkan BUMDes.
"Inilah perlu kratif seorang kepala desa, bagaimana melihat peluang dan potensi di desa mereka supaya bisa mengembangkan usaha yang dapat memberikan hasil bagi pemasukan desa," kata Khalik, Sabtu (3/2/2018).
Khalik mengingatkan, kepala desa jangan terlalu terlena dengan dana desa dan alokasi dana desa yang besar. Karena salah satu indikator suksesnya kepala desa dalam mengembangkan desanya ialah mampu mencari biaya untuk desa melalui BUMDes.
"Kepala desa harus bisa melihat potensi desanya yang bisa digarap. Apakah itu di sektor perkebunan, pertanian, perikanan, atau usaha kreatif lainnya. sayang dana desa kalau tidak bisa dimanfaatkan untuk itu," tegasnya.
Maka dari itu, menurut politisi PKB ini, pihaknya tidak henti-hentinya mengingatkan kepala desa agar bisa mengembangkan BUMDes. "Karena sudah ada beberapa desa yang sudah berhasil. Tentu dengan itu bisa jadi contoh kalau BUMDes itu di tiap desa pasti bisa berkembang, karena desa punya kelebihan masing-masing," pungkasnya. (NACO/B-3)








