PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mahasiswa yang didanai oleh program Bidik Misi harus mampu membaca dan menciptakan peluang kerja. Tidak perlu dan tidak saatnya hanya menanti atau berharap menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Ini karena mereka adalah dari kalangan terpilih karena prestasi, dan dari latar belakang kurang mampu secara ekonomi, dan berprestasi di kampus. Terlebih biasanya yang berangkat dari keterbatasan memiliki kecakapan dalam meniti hidup.

"Semangat yang baik, etos kerja baik, akan membawa kemandirian tinggi. Saya imbau anak-anak untuk terus semangat, itu yang harus dipegang. Kreatif-lah menciptakan peluang wirausaha, jangan mengharap jadi PNS," kata Wakil Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Bidang Kemahasiswaan, Prof. Bambang S Laut, Sabtu (3/2/2018).

Ungkapan tersebut disampaikan Bambang saat didaulat membuka resmi Seminar Transparansi dan Pengawasan Pembangunan Menuju Kalteng Berkah di Aula Rahan Gedung Rektorat UPR.

Hadir sebagai pembicara Profesor dari UPR, mewakili Kepala Bappedalitbang Provinsi Kalteng, dan jurnalis Borneonews.co.id.

--page

"Mereka dapat Bidik Misi, mayoritas lulus cepat, dan langsung dapat PNS. Ini juga cukup membanggakan," sambungnya.

Bambang menceritakan, pengalaman tes penerimaan pada 2014, dimana sudah neneraplam tes CAT yang hasilnya langsung diketahui, lulusan mahasiswa Bidik Misi berhasil lolos enam orang.

Senada dengan Prof Bambang Laut, Prof Kumpiady Widen juga mengarahkan agar mahasiswa tidak terjebak pada keinginan perebutan PNS.

"Jangan tergiur PNS, masa tunggunya lama, belum tentu tiap tahun ada. Mending perdalam ilmu wirausaha dan praktekkan sedikit-sedikit. Lulus tinggal lanjutkan. Dua anak saya saja, saya arahkan bukan PNS," cetusnya. (ROZIQIN/B-5)