BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalangkala adalah salah satu buah khas hutan Kalimantan. Meski hingga saat ini belum ada penelitian yang mengungkapkan kandungan gizi buah kalangkala ini, dari aroma dan rasanya yang mirip buah alpukat, diyakini buah ini memiliki kandungan lemak yang baik untuk tubuh dan memiliki protein yang tinggi.
Kalangkala juga hadir musiman. Namun saat ini jika Anda ingin mencobanya, buah berwarna pink ini sedang banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Palangka Raya.
Biasanya buah kalangkala dihidangkan dalam piring bersama potongan bawang merah yang diberi sedikit garam dan air. Bila suka, terkadang ditambahkan potongan cabai dan ikan asin yang dilumatkan (penyet) dalam piring tersebut.
Cita rasanya gurih dengan sedikit rasa asam mirip buah alpukat. Rasa asin dari garam tentu menambah semarak rasa kalangkala. Sudah barang tentu dari cita rasa inilah orang-orang terdahulu gemar mengonsumsi kalangkala.
--page
Bagi Anda yang ingin mencobanya, ini ada resep bagaimana cara 'menjaruk' (diguyur air mendidih-Bahasa Banjar) Kalangkala.
Bahan-bahannya:
-15 biji buah Kalangkala
- Air yang sudah didihkan dan dibiarkan sampai hangat (kira-kira 70-80 derajat celcius) 1 1/2 gelas
- Bawang merah 2-3 buah
- Cabai secukupnya
- Garam secukupnya
- Gula pasir secukupnya
Cara manjaruknya:
Larutkan gula dan garam dalam air hangat yang telah dimasak lalu masukan kalangkala yang sudah dipisahkan dari tangkainya ke dalam larutan garam dan gula tadi.
Masukkan pula bawang merah yang sudah diiris tipis-tipis dan cabai. Cabai boleh dipotong-potong atau dibiarkan utuh. Tutup wadahnya, diamkan, lalu simpan kira-kira 1 jam.
'Jaruk' Kalangkala siap dihidangkan bersama nasi panas dan ikan asin. Selamat mencoba. (TESTI PRISCILLA/B-2)








