BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sama seperti Perancis, Swedia juga mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap resolusi Parlemen Eropa yang melarang pemakaian minyak sawit sebagai bahan campuran biodiesel mulai 2021.
Sikap Swedia itu diungkapkan Duta Besar Swedia untuk Malaysia, Dag Juhlin-Dannfelt, seperti dilansir The Malaysian Reserve, yang menyatakan jika minyak sawit harus ditolak sedangkan minyak nabati lain tidak, itu berarti diskriminasi.
“Swedia dan banyak negara lain di Uni Eropa menentang segala bentuk diskriminasi," katanya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Perancis Florence Parly menyatakan pemerintahnya tidak mendukung penerapan resolusi sawit karena industri ini menjadi tulang punggung bagi perekonomian Malaysia dan juga Indonesia.
Berbagai sikap disampaikan sejumlah negara pengekspor minyak sawit terkait keputusan Uni Eropa untuk menghapuskan impor minyak sawit untuk biofuel. Seperti sejumlah kalangan di Indonesia dan Malaysia yang mendesak dilakukannya boikot terhadap impor produk asal Uni Eropa. (NEDELYA RAMADHANI/m)








