SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jalan Eks HPT PT Mentaya Kalang, Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu yang merupakan lokasi penemuan jasad bos sawit, HBCS alias IWN (46) dan asistennya STI (35) merupakan jalan buntu dan jarang dilalui orang.

"TKP itu ternyata jalan buntu, warga sudah jarang melintasi jalan itu," ucap Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP Samsul Bachrie, Senin (5/2/2018).

Samsul menerangkan, kedua korban ditemukan oleh karyawannya tidak jauh dari base camp perkebunan sawit milik IWN yang jaraknya kurang lebih 600 meter. 

Penemuan tersebut berawal ketika para pekerja mulai bertanya-tanya tentang keberadaan bos mereka tersebut yang tidak kunjung kembali ke base camp.

Bos beserta asistennya tersebut pergi ke Sampit pada Jumat (2/2/2018) pagi untuk mengambil sejumlah uang yang rencananya untuk gajian bagi tujuh karyawannya.

--page

Namun hingga pada Sabtu (3/2/2018) sore, para korban tidak kunjung datang. Merasa khawatir para pekerja itu pun berinisiati mencari kedua atasannya tersebut di areal perkebunan. Dan pada pukul 22.00 WIB para karyawan mendapati sebuah mobil yang terbakar yang berjarak dua belokan dari base camp mereka.

Melihat hal tersebut, para karyawan berusaha menghubungi pihak kepolisian namun tidak kunjung tersambung lantara dilokasi tersebut tidak ada sinyal. Hampir dua jam berselang, akhirnya petugas dapat dihubungi.

"Di sana (TKP) susah sinyal. Kami baru dapat laporan pada jam 12 malam. Pada malam itu juga kami berangkat ke TKP untuk menindak lanjuti laporan tersebut," Samsul. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)