PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun-Hingga saat ini, jagung belum menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Pasalnya, peminatnya masih minim dan pembelinya orang-orang tertentu saja.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat Kamaludin saat ditemui Borneonews di Gedung DPRD Kobar, Selasa (5/2/2018).

"Jagung ini hanya sebagian saja yang mau beli. Kalau untuk skala besar hanya Asosiasi Pedagang Unggas yang beli, sedangkan untuk kuota kecil yang beli sebagian masyarakat untuk dikonsumsi," kata Kamaludin.

Sebenarnya, lanjut dia, untuk komoditas jagung ini proses penanaman dan pemeliharaannya tidak terlalu ribet. Namun, masalahnya ada di pascapanen. Yakni, pembelinya hanya kalangan terbatas saja.

"Di samping itu, jagung mempunyai kandungan serat kasar yang relatif rendah. Sehingga cocok untuk pakan ayam, kadar asam lemak linoleat dalam jagung sangat tinggi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan ayam terutama ayam petelur," terang dia.

--page

Sebelumnya, Pemkab Kobar membangun Perusahaan Daerah (PD) Agrotama Mandiri di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai yang berbisnis pengolahan Jagung. Meski, komoditas jagung bukan unggulan. Namun total anggaran yang telah dikucurkan daerah untuk PD Agrotama Mandiri sekitar Rp7 miliar.

Pabrik Jagung milik PD Agrotama Mandiri saat ini mangkrak setelah dihantam angin puting beliung tahun 2011 lalu. Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) juga menyeret dua Direktur PD Agrotama Mandiri dan rekanan perusahaan plat merah tersebut juga telah disidangkan beberapa waktu lalu. (HARDI/B-8)