PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia mengaku masih kesulitan untuk membuat Depo Sampah di kota ini.

Pasalnya masyarakat Kota Palangka Raya masih belum memahami benar konsep dari depo sampah.

Masyarakat mengira bahwa depo sampah sama dengan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah sehingga kebanyakan masyarakat tidak mau menjual lahannya untuk dibangunkan depo sampah.

"Dari tahun ke tahun sampai tahun 2018 ini semangat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman untuk membangun depo itu semakin meningkat. Tapi saya kesulitan mencari lahan untuk pembangunannya," kata Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia saat meresmikan Taman Kuliner Tunggal Sangumang, Senin (5/2/2018).

Pihaknya sudah dari sejak lama meminta lurah dan camat mencari lahan untuk membuat depo namun susah sekali. Alasannya karena masyarakat tidak mau menjual tanahnya jika untuk membangun depo.

"Masayrakat salah kaprah, mereka pikir depo itu seperti TPS ini yang sampahnya meluber kemana-mana dan baunya minta ampun. Padahal beda. Depo itu tempat menaruh kontainer, tidak seperti TPA km 14 sana. Kontainer ini tidak akan sampai menginap, akan ditarik ke km 14 sana. Lalu di sekitar depo juga akan dibangun taman. Akan sangat berbeda dengan TPS yang selama ini kita kenal. Tapi masih susah sekali untuk meyakinkan masyarakat," jelasnya.

Meski demikian diakui Wali Kota bahwa saat ini sudah ada pergeseran perilaku masyarakat untuk menaati jam membuang sampah, sehingga saat siang hari tidak tampak ada sampah di TPS karena sudah diangkut petugas saat pagi hari dan masyarakat tidak membuang pada jam siang hari.

Meski demikan masih saja ada masyarakat yang tidak tertib waktu membuang sampah. Sementara dinas yang berwenang juga kekurangan daya dan upaya.

"Sekarang kita cuma punya 3 depo. Harapan kita lebih banyak lagi karena Kota Palangka Raya ini besar," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)