BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukamara telah menerima laporan tentang delapan orang positif menderita demam berdarah dengue (DBD). Jumlah itu tercatat sejak Januari 2018.
"Jika dibandingkan dengan Januari tahun sebelumnya ini memang meningkat. Karena di tahun lalu angka penderita tidak sampai delapan orang," ungkap Kasi Pengendalian Penyakit Dinkes Sukamara dokter Benson Nababan, Selasa (6/2/2018).
Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan pasien terserang DBD. Salah satunya pola kebersihan lingkungan dan di dalam rumah yang masih belum terkelola dengan baik.
"Nyamuk inikan menyerangnya dari jam 09.00-15.00 WIB, di mana mereka juga berkembang biak di tempat-tempat bersih seperti penampungan air. Sehingga yang dibersihkan tidak hanya lingkungan, namun juga bak-bak air," sebutnya.
Untuk menghindari berkembangbiaknya nyamuk pembawa DBD, masyarakat harus selalu membersihkan tempat penampungan air. Karena tanpa disadari tempat tersebut menjadi sarangnya nyamuk.
--page
"Tiga hari sekali bak mandi dan tempat penampung airnya dibersihkan. Selain itu, dibersihkan baknya agar tidak ada telur-telur nyamuk yang tertinggal," imbau Benson Nababan. (NORHASANAH/B-3)








