BORNEONEWS, Sampit - Sejauh ini pendapatan asli daerah (PAD) Kotawaringin Timur (Kotim) dari sektor kepelabuhanan belum tergarap maksimal.
Padahal, belakangan pemerintah daerah gencar menggenjot PAD tersebut. Namun, sayangnya sektor itu masih berkutat kepada urusan uang kecil artinya masih ada potensi daerah yang belum dilirik.
"Salah satunya adalah pelabuhan. Pemkab Kotim seharusnya bisa berinvestasi untuk pembangunan pelabuhan," kata anggota Komisi IV DPRD Kotim, M Shaleh, Selasa (6/2/2018).
Di sektor itu nantinya akan diarahkan untuk kegiatan bongkar muat sehingga di situ dipastikan akan mendatangkan uang yang signifikan jumlahnya kepada pemasukan pendapatan asli daerah.
Lanjut Shaleh sektor pelabuhan di Kotim sangat besar peluang untuk dikembangkan, bahkan bisa jadi penghasilan daerah kalau memang bisa dimanfaatkan secara maksimal.
--page
Namun, sejauh ini potensi untuk memanfaatkan sektor pelabuhan di Kotim ini belum pernah ada terobosan selain diserahkan kepada pihak Pelabuhan Indonesia (pelindo). Padahal, payung hukum tentang kepelabuhan sudah ada yakni Perda BUMD tentang kepelabuhanan.
"Selama ini kontribusi sektor kepelabuhanan bagi pendapatan asli daerah di Kabupaten Kotim sangat kecil. Bahkan keberadaan pelabuhan atau terminal khusus milik swasta nyaris sama sekali tidak ada kontribusinya untuk daerah," ucapnya.
Tersus dan TUKS yang menjamur mestinya punya kontribusi bagi daerah, tetapi faktanya tidak ada hasil apa-apa bagi daerah. Yang ada akibat kendaraan yang menuju pelabuhan jalan cepat rusak.
"Kami sangat mendukung upaya pengembangan pelabuhan, jika rencana itu nantinya benar terwujud maka daerah sangat diuntungkan karena akan berdampak pada percepatan pertumbuhan perekonomian dan pembangunan," pungkasnya. (NACO/B-5)








