PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sepasang beruang hasil serahan warga Dusun Suayap, Desa Umpang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat dikirim ke Sragen, Jawa Tengah, Rabu (7/2/2018).

Beruang madu (Helarctos Malayanus) yang ditranslokasi ke lembaga konservasi yang telah terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berlokasi di Sragen Jawa Tengah itu berusia 5 tahun untuk jantan dan 4 tahun untuk betina.

Beruang madu jantan memiliki berat 80 kg dan betina 60 kg. "Sebelumnya pihak Dayu Park mengirimkan surat permohonan translokasi dua ekor beruang madu untuk tambahan koleksi satwa sebagai materi pendidikan bagi masyarakat  khususnya terkait satwa yang dilindungi," jelas Kepala BKSDA Kalteng Adib Gunawan, Rabu (7/2/2018).

Kemudian, lanjut Adib, setelah disetujui Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosisten (KSDAE) pada Desember 2017, pihak BKSDA Kalteng menindaklanjuti dengan menyerahkan sepasang beruang madu ini.

"Kondisi satwa yang sudah jinak tidak memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali ke alam sehingga dipilih alternatif pemanfaatan sebagai satwa koleksi untuk edukasi  dan mendukung perkembangbiakan ex-situ," jelas Adib.

--page

Di tempat yang sama Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun Agung Widodo menjelaskan, dalam metode konservasi memang dikenal dua cara yaitu in-situ dan ex-situ.

"In-situ yaitu pelepasliaran satwa di habitatnya di kawasan konservasi. Kemudian metode ex-situ yaitu metode konservasi satwa dengan cara dipelihara di kebun binatang. Tentunya tempat pemeliharaanya harus sesuai dengan standar sesuai peraturan yang berlaku," jelasnya.

Untuk membawa ke Sragen, beruang tersebut diangkut menggunakan pesawat TNI AU yaitu CN 295 Skadron Udara 2 Halim Perdana Kusuma Menuju Lanud Adi Sumarmo Solo. "Setelah itu sepasang beruang madu ini diangkut menggukanan jalan darat menuju Dayu Park," jelas Agung. (WAHYU KRIDA/B-2)