PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Membaiknya kondisi sektor utama pendorong ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng), pertanian dan pertambangan sepanjang 2017, mendorong meningkatnya beberapa indikator perbankan Kalteng.

Hal tersebut didorong oleh peningkatan harga sejumlah komoditas utama ekspor Kalteng pada tahun 2017.

"Kondisi tersebut pada akhirnya menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan indikator perbankan di tahun 2017 baik dari sisi aset dan sisi kredit," tandas  Asisten Direktur Bank Indonesia Perwakilan Kalteng, Setian saat rilis bulanan, Rabu (7/2/2018). 

Di sisi lain, peningkatan kinerja kedua sektor utama tersebut juga mendorong peningkatan pola konsumsi masyarakat yang juga turut memicu adanya peningkatan kegiatan sektor perdagangan yang menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan kredit Kalteng sepanjang tahun 2017.

--page

Indikator makro perbankan

Kalteng pada Desember 2017, menurut Setian, mengalami peningkatan dari sisi kredit namun terjadi penurunan pada sisi aset.

Aset perbankan pada Desember 2017 sebesar Rp32,54 triliun, atau sedikit menurun jika dibandingkan periode bulan November 2017 yang tercatat sebesar Rp33,66 triliun.

Selanjutnya komponen DPK juga tercatat mengalami sedikit penurunan pada bulan Desember 2017 menjadi sebesar Rp22,51 triliun, dimana pada bulan November 2017 tercatat sebesar Rp23,67 triliun.

Di sisi lain,terdapat peningkatan pada komponen kredit berdasarkan lokasi proyek dan lokasi bank sepanjang bulan Desember 2017 masing-masing naik 3,14% (mtm) dan1,49% (mtm).

"Peningkatan pertumbuhan kredit tersebut terjadi seiring dengan peningkatan pola konsumsi masyarakat Kalteng menjelang perayaan hari raya Natal dan Tahun Baru di bulan Desember 2017," jelas Setian lagi.

--page

Sementara itu secara tahunan, seluruh indikator perbankan Kalteng pada tahun 2017 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2016.

Aset perbankan Kalteng pada tahun 2017 berada pada level Rp32,54 triliun, tumbuh meningkat sebesar 19,44% jika dibandingkan total asset tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp27,25 triliun.

"Komponen DPK juga tercatat meningkat pada tahun 2017 sebesar 12,66% menjadi sebesar Rp22,51 triliun, dimana DPK Kalteng pada tahun 2016 tercatat sebesar dengan nominal total sebesar Rp19,98 triliun," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)