BORNEONEWS, Muara Teweh – Perusahaan Daerah (Perusda) Batara Membangun melalui PT Mitra Batara Sarana Mandiri telah membangun SPBU di kawasan jalan Ringroad, Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah atau di jalan lingkar kota Muara Teweh.
Menegnai peruntukkan SPBU ini Bupati Barito Utara Nadalsyah menjamin harga BBM yang dijual nantinya akan sesuai dengan harga yang telah ditetapkan Pertamina.
“Saya akan bertanggungjawab apabila ada harga lebih mahal dari SPBU lain. Saya menjamin harga yang dijual sesuai harga Pertamina,” tegas Nadalsyah, pada kegiatan silaturahmi pers, Rabu (7/2/2018)
Nadalsyah mengatakan SPBU ini dibangun bukan untuk bersaing dengan pengusaha SPBU yang ada selama ini.
Namun pemerintah membangun SPBU ini sifatnya untuk yakni operasi pasar atau mengatasi kelangkaan BBM serta penstabilan harga BBM yang terjadi di daerahnya.
--page
“Karena, selama ini kelanggaan BBM belum dapat terpecahkan, bahkan sampai akhir masa jabatan kami (Nadalsyah–Ompie Herby) belum bisa terpecahkan diharapkan pada saat selesai SPBU ini saya yakin masalah kelangkaan BBM dapat terpecahkan,” jelasnya.
Nadalsyah juga berjanji bahwa tidak boleh satu sen pun harga yang keluar dari SPBU tersebut naik dari harga yang telah ditentukan Pertamina.
“Saya sudah berjanji, satu sen pun tidak boleh naik dari harga yang telah ditentukan oleh Pertamina, selama saya masih memimpin Kabupaten Barito Utara”, jelasnya.
Dia menuturkan kelangkaan dan kenaikan harga BBM di Kabupaten Barito Utara, masyarakat banyak yang mengkambing hitamkan para pelangsir.
“Karena pelangsir juga mencari sesuap nasi, serta saya juga berterima kasih kepada para pelangsir yang telah dapat mendistribusikan ke pelosok-pelosok desa, sehingga BBM dapat dirasakan oleh semua masyarakat,” terangnya.
--page
Nantinya, SPBU ini akan dibuat aturan yakni pelayanan selama 24 jam untuk umum.
Selain itu juga, pemerintah akan mengusulkan kouta BBM lebih besar, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengantri untuk mengisi BBM.
“Terkecuali SPBU yang lain tidak kekosongan. SPBU dari pemerintah ini akan berkurang kuotanya,” ucapnya. (RAMADHANI/B-6)








