BORNEONEWS, Palangka Raya - Masih banyaknya para pendidik yang belum berkualifikasi S1 di Palangka Raya membuat Dinas Pendidikan berupaya terus mendorong para guru-guru tersebut lebih berkompetensi menyelesaikan jenjang pendidikan yang diharapkan pemerintah selama ini.
"Memang sudah ada kesepakatan, dimana pihak Disidik mendorong para guru-guru ini dapat menyelesaikan pendidikan S-1. Bahkan baru-baru ini melalui pertemuan, para guru membuat pernyataan untuk segera menyelesaikan pendidikan yang telah diwajibkan tersebut," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, Rabu (7/2/2018).
Jauh-jauh hari sebelumnya Disdik Kota menurut Sahdin sudah melakukan pendataan, terutama bagi guru-guru yang belum S1. Pendataan ini dimaksud agar Kota Palangka Raya dengan visinya kota pendidikan telah memiliki guru yang memiliki standar pendidikan yang baik.
"Ini juga upaya Pemerintah Kota (Pemko) melalui Disdik untuk menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) perwakilan Kalteng terkait kinerja Pemko dalam bidang pendidikan tahun 2015-2017," katanya.
Perlu diingat, imbuh dia, pemko melalui Disdik selama ini hanyalah sebatas mendorong kepada 130 guru yang belum menempuh pendidikan S-1 tersebut agar dapat menjalankan pendidikannya namun Pemko tidak ada memberikan bantuan apapun untuk para guru dalam menyelesaikan studi mereka tersebut baik beasiswa dan sebagianya.
--page
Pihak Pemko melalui Dinas Pendidikan hanya mengingatkan bagaimana bentuk komitmen agar para guru-guru ini dapat meneruskan dan menyelesaikan pendidikan yang selama ini menjadi hal yang harus dilakukan.
Selain mendorong pendidikan para guru lanjut dia, Disdik juga mendorong kepada kepala sekolah ataupun tingkat pengawasan melaksanakan diklat sebagai syarat standar di bidang pendididikan. (TESTI PRISCILLA/B-5)








