BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebelum bulan Ramadan tahun ini, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) harus bersih dari prostitusi dan Minuman Keras (miras).
Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kobar, Majerum Purni saat ditemui Borneonews di Kantor Pemkab Kobar, Rabu (7/2/2018).
"Saya selaku penjabat baru di Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran, akan menjalankan rencana Pemerintahan Kabupaten Kotawaringin Barat akan menutup lokalisasi dan memulangkan para Perkerja Seks Komersial (PSK) ke tempat asalnya," tegas Majerum.
Ia melanjutkan selain penutupan lokalisasi dan operasi miras, pihaknya juga akan memantau tempat-tempat yang rawan dipakai untuk mabuk-mabukan di Kumai seperti yang disampaikan anggota DPRD beberapa waktu lalu.
"Di daerah dekat Simpang Runtu sudah ada dan itu menurut informasi yang saya terima. Selain itu kami masih dalam pemantauan untuk beberapa tempat lainnya yang diperkirakan menjadi tempat aktivitas negatif seperti Pangkalan Bun Park," cetus dia.
--page
Majerum menambahkan pihaknya juga akan mengecek ke kota untuk memantau apakah ada kegiatan prostitusi yang terjadi di barakan-barakan. Kemudian, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan mitra TNI dan Polri untuk menciptakan Kobar yang bersih dari prostitusi dan miras. (HARDI/B-8)








