BORNEONEWS, Sampit - Meskipun Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) baru saja menurunkan status dari tanggap darurat menjadi siaga bencana banjir, namun di sejumlah desa di Kecamatan Bukit Santuai masih tergenang banjir, bahkan ketinggiannya ada yang mencapai 1,5 meter, Kamis (8/2/2018).
"Baru saja kami dapat laporan di beberapa desa di Bukit Santuai banjir. Bahkan tingginya mencapai 1,5 meter dari permukaan jalan," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Sutoyo, Kamis (8/2/2018) malam.
Bahkan yang mengagetkan, hampir semua rumah yang dilanda banjir dimasuki air yang tingginya mencapai 40 hingga 50 cm dari lantai rumah.
Hal itu tentunya sangat mengganggu aktivitas masyarakat di daerah tersebut.
"Dari informasi sementara, air terus mengalami peningkatan, dan kami terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan tersebut untuk mengetahui kondisi sementara," kata Sutoyo.
--page
Dirinya menerangkan bahwa banjir tersebut terjadi karena dalam beberapa hari terakhir sebagian desa di daerah tersebut mengalami hujan yang cukup lebat. Sehingga hal itu juga membuat debit air sungai meningkat. Ditambah kiriman air dari wilayah lainnya sehingga membuat sejumlah desa di daerah tersebut mengalami kebanjiran.
Sementara untuk desa yang dilanda banjir masih belum diketahui persis berapa jumlahnya. Karena hingga saat ini pihak BPBD masih melakukan koordinasi kepada petugas di daerah tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








