BORNEONEWS, Sampit - Pasca ditutupnya lokalisasi secara nasional ternyata diam-diam masih ada kegiatan prostitusi tersebut kembali dilakukan dengan modus warung remang-remang di Kotawaringin Timur (Kotim).
Mereka mencoba beroperasi meskipun dengan cara yang tidak seperti sebelumnya secara vulgar. Bahkan kegiatan tersebut sudah disampaikan kepada pihak Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim.
"Kami ada menerima informasi bahwa lokalisasi yang ada di Kotim ada yang operasional lagi," kata Ketua Harian DAD Kotim, Untung TR, Jumat (9/2/2018).
Menurut Untung, sebelumnya lokalisasi itu sudah ditutup dan tidak ada yang buka lagi.
Anehnya sekarang masih ada yang coba-coba membuka dan diduga masih dilakukan oleh pemain lama.
--page
Kotim setidaknya ada tiga titik lokalisasi yakni di Kilometer 12 Sampit-Pangkalan Bun, lokalisasi di Parenggean dan lokalisasi di Desa Tangar Kecamatan Mentaya Hulu.
Padahal Pemkab Kotim sudah menyiapkan langkah antisipasi agar para PSK yang ditertibkan itu beralih fungsi ke PSK jalanan.
Hal itu tentunya akan menyebabkan persoalan baru jika tidak diawasi ketat.
Pihaknya berharap agar lokalisasi yang sudah ditutup itu bisa dilakukan pengawasan dan pembinaan. "Jangan sampai hanya secara administrasi dilakukan penutupan namun operasional masih bisa berjalan seperti sebelumnya,"pungkasnya. (NACO/B-5)








