PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menghukum perserta didik yang melanggar aturan itu harus yang bersifat mendidik. Karena dalam menghukum perserta didik itu ada yang membuat efek jera ada juga yang tidak malah justru semakin menjadi-jadi.

Cara menghukum perserta didik yang baik dan benar ini disampaikan oleh Kabid Pembinaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotawaringin Barat, Kartono.

"Saya menyarankan untuk menghukum perserta didik itu dengan cara memberi mereka tugas menulis seperti menulis catatan dibuku mereka. Hukuman ini dilakukan selain memberi efek jera juga melatih mereka menulis menggunakan huruf tegak bersambung yang baik dan benar. Seperti zaman saya dulu tulisan menggunakan huruf tegak bersambung itu rapi," kata Kartono, Jumat (9/2/2018).

Menurutnya menghukum dengan cara membersihkan WC dan dijemur itu tidak mendidik. Karena hal itu akan menyebabkan perserta didik menjadi susah untuk atur. Memberi hukuman dengan cara memberikan tugas menghitung matematika, menulis tegak bersambung dan menghafal.

"Menghukum perserta didik jangan pada saat kita marah, lebih baik diredakan dulu emosinya karena apabila menghukum pada saat marah maka akan berakibat buruk pada peserta didik. Tujuan menghukum itu untuk mendidik peserta didik menjadi lebih baik bukan sebaliknya," ucapnya.

Dia menyampaikan menghukum dengan cara mendidik itu lebih baik dibandingkan dengan cara yang menurut sebagian tegas justru akan membuat mereka mengulangi perbuatan mereka lagi.

"Guru juga harus melihat dari sudut pandang perserta didik mereka melanggar suatu peraturan pasti ada alasan dan sebabnya," tegasnya. (HARDI/B-6)