PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dari 11 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2018 di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), ada beberapa daerah yang diindikasikan rawan konflik.

Di antara alasan kenapa rawan gesekan massa atau konflik horisontal tersebut, karena pasangan calon (paslon) yang bertarung adalah incumbent alias calon petahana melawan penantang yang hanya satu paslon sehingga menjadi pertandingan "head to head".

Sebut saja di Kabupaten Pulang Pisau, Barito Utara, dan juga Kapuas. Kapolda Kalteng pun tak menampik hal ini. 

"Memang ada beberapa indikator (kerawanan itu). Ada beberapa daerah, tetapi, itu sudah diperhatikan dan semua dikelola aparat," kata Kapolda Kalteng Brigjen Anang Revandoko tadi malam, Jumat (10/2/2018) usai acara silaturahim hari pers nasional.

"Kebersamaan juga kita jaga betul. Sinergitas dengan aparat TNI, Pemda, penyelenggara Pilkada yautu KPU, serta Panwaslu. Kita eliminir lah kerawanan itu," tandasnya lagi. (ROZIQIN/B-5)