SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Ratusan massa menggelar aksi di Kantor Pemilihan Umum (KPU) Sukamara. Massa memprotes hasil keputusan yang ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan bupati dan wakil bupati.

Untuk mengantisipasi terjadinya tindakan anarkis, pihak Polres Sukamara langsung melakukan pengamanan dengan menerjunkan personel.

"Saat diadakan sidang pleno, ada sejumlah massa tidak puas. Mereka tidak menerima hasil sidang tersebut karena ada indikasi kecurangan-kecurangan," terang AKBP Andiyatna di depan kantor KPU Sukamara, Sabtu (10/2/2018).

Menurut Andiyatna, setelah dilakukan negosiasi dengan dalmas awal dan merasa tuntutan tidak diakomodasi, pengunjuk rasa semakin brutal dan bertindak anarkis. Sehingga membuat suasana Kabupaten Sukamara memerah.

"Karena kondisi semakin memerah sehingga diterapkannya sispam kota untuk mengantisipasi hal-hal yang semakin parah," ujarnya.

--page

Penjelasan Andiyatna tersebut merupakan rentetan simulasi pengamanan Pilkada Sukamara 2018. Pihaknya terus melalukan persiapan untuk memastikan bahwa anggota siap menghadapi apabila hal tersebut terjadi.

"Untuk pelatihan simulasi sispam kota ini akan kita asumsikan, ini adalah asumsi rekan-rekan, asumsi juga ada terjadi sehingga kita sedia payung sebelum hujan," terang AKBP Andiyatna saat meceritakan rentetan simulasi pengamanan Pilkada di depan Kantor KPU Sukamara. (NORHASANAH/B-2)