BORNEONEWS, Sampit - Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Hary Rahmad Panca Setia, mendorong Pemkab Kotim memikirkan kenaikan kelas jalan.
"Pemkab Kotim bukan saatnya lagi membatasi angkutan di daerah ini, tapi memikirkan kelas jalan kita ditingkatkan. Karena kelas jalan kita saat ini hanya mampu menahan beban 8 ton atau kelas III saja," kata Hary, Minggu (11/2/2018).
Menurut dia, pemkab harus melihat pesatnya perkembangan di daerah ini. Apalagi Kotim merupakan pintu gerbang perekonomian di Kalteng. Tentu arus lalu lintas, khususnya di jalur darat dengan angkutan dan bobot besar, tidak bisa lagi dihindari.
"Paling tidak ada satu jalur yang menjadi akses angkutan, baik itu barang, CPO, maupun sejenisnya, yang mampu menopang angkutan dengan bobot 20 ton hingga 25 ton," tegas anggota Komisi IV DPRD Kotim ini.
Jika aktivitas angkutan dibatasi, Hary khawatir akan mengganggu dan menambah biaya angkutan. Dampaknya tentu terhadap harga barang. Bila demikian, yang akan jadi korban ialah masyarakat.
--page
"Karena sering kali seperti itu, pengusaha pasti akan membebankan kepada harga barang, yang beli barang masyarakat, ya jelas masyarakat yang akan semakin terbebani," ucapnya.
Kondisi ini, menurut Hary, harus segera dipikirkan. Karena jika terus dibiarkan akan terus berpengaruh terhadap perkembangan sektor pelabuhan dan harga komoditas.
"Jangan sampai banyak pengusaha lebih memilih bongkar muat di pelabuhan daerah lain, karena di daerah ini biaya operasionalnya besar," pungkasnya. (NACO/B-3)








