BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meminta agar segenap masyarakat atau kelompok masyarakat tidak memanfaatkan momen politik untuk membuat adu domba yang justru kontra produktif di tanah Dayak ini.
Warga Dayak Kalteng telah lama hidup harmonis dan berdampingan baik secara suku agama dan budaya.
Karena itu ia menilai, penggunaan isu-isu agama dan suku di kancah politik Pilkada Serentak yang akan berlangung sebentar lagi, dimana Kalteng terdapat 11 daerah, adalah tidak tepat.
“Jadi jangan libatkan isu agama itu untuk momen politik, ini sedang momen nasional, ada Pilkada serentak 2018, Pileg 2019, dan Pilpres. Dayak jangan diaduk aduk, jangan diadu domba, orang dayak ini rukun dalam keseharian, berdampingan keyakinan meski dalam perbedaan,” tegas Agustiar, Minggu (11/2/2018).
“Untuk diingat, kalau identitas suku, tidak bisa berubah karena sudah bawaan sejak lahir, pasti melekat. Kalau agama, sesorang bisa saja berubah, bisa saat besar jadi Islam, Kristen, Budha, dan lainnya. Nah Dayak ini beragam, tetapi tidak ada Dayak Islam, Dayak Kristen, Dayak Kaharingan, dan lainnya tetapi cukup Dayak saja,” tandasnya.
--page
Ia mencontohkan ketidaksetujuannya atas upaya kelompok masyarakat yang akan mendirikan komunitas 212 yang dicetuskan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Menurut dia, lahirnya istilah gerakan 212 adalah momentum politik di Pilkada DKI Jakarta yang kemudian di-ulang tahuni akhir 2017 kemarin.
Agustiar menandaskan bukan pihaknya berposisi tidak setuju, menolak, dan melarang. Akan tetapi pemilihan momentum saat ini yang dirasa belum tepat dan berpotensi menggganggu hubungan sosial politik di tengah warga.
“Kalau hajatan (politik) sudah selesai, silakan saja tidak ada masalah mau jadi 212 atau apapun lainnya selama ada manfaatnya bagi masyarakat, jadi silakan tapi nanti.Momennya yang seperti ini yang kita keberatan. Situasi ini tidak menguntungkan bagi masyarakat dan khususnya Dayak Kalteng. Momennya yang salah,’ implikasinya itu tadi,” kata Agustiar menutup keterangan persnya. (ROZIQIN/B-5)








