BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Parimus menyebutkan masih ada desa yang pembangunannya diabaikan. Salah satunya yakni Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang.
"Akses jalan menuju desa Tanah Putih itu hingga kini masih belum dibangun," kata Parimus, Senin (12/2/2018).
Padahal dulu menurutnya ada jalan dari Jalan Jenderal Sudirman menuju desa tersebut sepanjang 22 kilometer dan ada badan jalannya. Tapi ternyata dalam perjalanannya pemkab tidak lagi berani menganggarkan karena di situ masuk kawasan Hutan Produksi (HP)
Hal itu menjadi salah satu penyebab desa tersebut masih terisolir. Maka dari itu dia berinisiatif membuka jalan alternatifnya sendiri dengan swadaya. Saat ini sudah terbangun badan jalan sepanjang 2 kilometer dari Desa Sebabi.
"Sekarang hanya tinggal 5 kilometer lagi jalan itu akan tembus menghubungkan Desa Sebabi dan Desa Tanah Putih," tegasnya.
--page
Untuk kelanjutan ini Parimus minta tugas dari pemerintah daerah. "Saya sebagai orang dari daerah itu merasa prihatin selama ini anggaran kita sampai triliunan rupiah tapi sayangnya tidak bisa disisihkan untuk desa yang sudah lama mendambakan sentuhan pembangunan ke mereka,“ tukasnya.
Selain persoalan jalan, masalah lain yang dihadapi yakni tentang listrik. Padahal desa itu merupakan salah satu desa tua yang seyogyanya diprioritaskan.(NACO/B-11)








